Dibalik “Menunggu”

Pernah dengar teman bicara gini , “aku tunggu lho jam 9. Awas jangan telat”,“tunggu yah” , “kemarin ditungguin gak ada!” atau pernah  mendengar lagu andra and the black born  yang liriknya “tunggu aku, ku akan datang. Tunggu aku, ku akan pulang” atau  lirik lagu koes ploes “ di sekolah yang kutunggu-kutunggu, tiada yang datang”. Sering, ya? Kayaknya sering.

            Dalam kamus besar bahasa Indonesia, menunggu berasal dari kata tunggu yang mempunyai arti tinggal sementara untuk berjaga (menjaga), tinggal beberapa saat di suatu tempat dan mengharap sesuatu akan terjadi (datang),  menantikan (sesuatu yg mesti datang atau terjadi). Kalau kita perhatikan, nampaknya menunggu/tunggu menjadi sesuatu  yang tidak diharapkan oleh sebagian orang.  Bahkan zivilia dalam lirik lagunya “menunggu adalah sesuatu yang menyebalkan bagiku”.  Mungkin hal ini sama apa yang dirasakan oleh kita. apapun motifnya menunggu bisa membuat orang membosankan dan menjenuhkan. Namun disadari atau tidak, menunggu mengajarkan kita beberapa hikmah yang membawa kita pada kearifan, he,,,diantaranya   kesabaran da berbaik sangka

pertama, menunggu mengajarkan kita kesabaran. Mungkin  kita tidak menyadari setiap kita menunggu orang yang punya janji, kita sedang belajar menjadi penyabar. Menunggu si dia (baca: sang kekasih) lagi kuliah di luar negri? Ya, harus sabar,,menunggu sebuah jawaban apakah ditolak atau tidak? Lagi, dan lagi sabar,,,apalagi ditolak,,euh,,,pasti tambah nyesek dada..terbukti kan??? He,,

kedua, berbaik sangka. Ya, iya baik sangka.  Mungkin kita mengumpat ketika menunggu  seseorang tak kunjung datang, bilangnya tepat waktu padahal molor waktunya alias telat. Daripada kita mengumpat lebih baik berbaik sangka “oh, mungkin ban motornya bocor” atau “mungkin  jalanan macet”. Tapi jangan dijadikan alasan bahwa menunggu membuat kita berbaik sangka lantas kita menyalah gunakan atau sengaja membuat telat.

Eits, hati-hati juga dengan Menunggu,,khususnya untuk urusan rizki dan jodoh mesti dijemput. Karena kedua hal tersebut engga ujug-ujug datang dari langit. Tentunya syarat dan ketentuan berlaku dari sang Maha pencipta.

Mungkin masih banyak hikmah-hikmah lain dari kata menunggu, menurut teman-teman apa lagi?? 🙂

Iklan

Perihal Mufti Aqosiya
mencoba membuat jejak dengan pintalan kata yang sederhana

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

ketikankunet

Ini tempatku, mana tempatmu?

Ayumie blog

Aku bukanlah penulis, aku hanya merangkai kata-kata yang ber-kerumun di kepalaku.

FOTO BLOG

A fine WordPress.com site

Ruang Tinta

Membaca Bahasa di Ruang Tinta

Yesterday

Menyelami yang lampau

dediwiyanto

semangat berkelanjutan

pengikatsurga

menuliskan peradaban

Koidatul Lisa

" in a day, when you don't come across any problems, you can be sure that you are traveling in a wrong path"

M O R E T A

LAKSANAKAN KATA HATIMU

Muhammadrasyidridho's Blog

Kehidupan adalah universitas terdahsyat

Azizah SL

Membumikan Kata, Melangitkan Cerita

Sekedar Menuruti Kata Hati

Software, Aplikasi Komputer, Tips dan Tricks, Tutorial Photoshop

Bundadontworry's Blog

kedamaian hati ada dalam rasa syukur.

Padepokan Budi Rahardjo

belajar untuk menjadi manusia ...

Ridho Dan Bukunya

Membuka Dunia Dengan Membaca

Membaca Rindu

sebab menulis adalah kata kerja

Journey of Sinta Yudisia

Writing is Healing. I am a Writer & Psychologist.

Look, Think and Write

Blognya Izzawa

%d blogger menyukai ini: