Kamu jadi Pengusaha? Aku jadi pekerja

Beribadahlah, Berusahalah!!     

Beribadahlah seolah kan mati esok hari, berusahalah seolah kan hidup selamanya. Seperti itu barangkali peringatan rosulullah agar kita senantiasa seimbang antara dunia dan akhirat. Manusia sejak lahir diberi potensi Allah dengan dibekali tiga bekal utama yaitu Penglihatan, pendengaran dan hati. Firman Allah dalm surat an-Nahl(16;78) :  Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatupun, dan Dia memberi kamu pendengaran, penglihatan dan hati, agar kamu bersyukur”. Tinggal kita bersyukur, dengan kata lain, mengolah dan explore dengan fasilitas yang Allah berikan.

Perintah untuk berusaha seperti kutipan hadis diatas diharapakan bisa menepis kemalasan kita. karena beliau memerintahkan berusaha tak terhingga, dengan kata lain “jangan berhenti”, “ don’t  stop, “terus kembangkan sayap” dan yang paling ampuh “Jangan menyerah”.

Namun sayangnya, kita itu terlalu stagnan terhadap sesuatu yang kita miliki bahkan merasa cukup dengan apa yang diberi. Untung deh kalau ditambah syukur, bisa bertambah nikmat Allah.

Bekerja!!! Jadi Boss

                Tentu, yakin sekali, setiap orang membutuhkan pekerjaan. Cape, malas dan jenuh pasti ada dan menimpa siapapun. Yang terpenting sikap kita terhadap hal-hal barusan yang –bisa dibilang- berbahaya. Kenapa? Ya, kalau kita terus menuruti rasa cape, malas, dan jenuh atuh  kita enggak akan berkembang.

Terlebih jika rutinitas kita itu enggak ada variasinya, monoton. kerja, punya atasan ga toleransi,  Bakalan cepet stress. Waktu kitapun sedikit untuk keluarga. Apalagi jika kerjanya satu minggu full, wah gubrag!!

Jadi mau makan dari mana kalau tidak kerja?

Ya, makan tetep dari Allah. Cuma dengan cara lain, coba deh bikin usaha sendiri gitu. Kayaknya terlalu stuck bagi kita generasi muda punya cita-cita pengen jadi pekerja. Apalagi jika  “saya bercita-cita pengen jadi pekerja Pabrik”.  Bukannya enggak boleh,Cuma kita itu masih bisa mengembangkan sayap-sayap kita. Niatkan untuk punya karyawan, jangan jadi karyawan.

Terus kalau semua orang pekerja, siapa yang akan bekerja untuk kita?

Minimal, kita (bangsa indonesia) punya pekerja dari luar negri. Jangan Cuma jadi TKI. Lumayan kan asset Negara kita jadi bertambah.

Jangan terlalu lama jadi Pekerja

Di daerah saya termasuk kawasan industry. Beberapa pabrik tekstil kerap menjadi tempat bermukim para pencari uang. Beberapa pemuda yang baru lulus SMA akan segera menjawab “pingin kerja di pabrik X atau Pabrik y” ketika ditanya mau dilanjutkan kuliah atau kerja.

Saya  bertemu dengan teman semasa kecil saya yang notabene seorang  karyawan di salah satu pabrik.  Karena waktu itu ibunya meninggal. Setelah ngobrol panjang lebar, saya bertanya kepadanya. “kamu masih kerja di pabrik? kataku

“Masih, sekarang di pabrik y”

“target kamu apa setelah ini?”

“pengen keluar”

“keluar kemanana” jawabku

“pindah Pabrik x yang liburnya sabtu-Minggu”

                Gubragg, lagi. Sah-sah saja sih mau bekerja dimana ke, sama siapa ke, tapi jadikanlah batu loncatan. Bukan dijadikan sandaran hidup. Dengan kata lain, hasil gaji bisa di sodakohkan dan di tabung untuk usaha sendiri.

Lagi, saya bercerita di daerah saya. Sekitar tahun 1994 sampai tahun 2000 kalau pengen bekerja di pabrik mudah, ayah dan Ibu saya pun bekerja dipabrik. Betapa bangganya mereka yang di pabrik waktu itu. Sekarang untuk masuk pabrik punya “uang pendaftaran/biaya masuk”, untuk laki-laki biayanya 3 juta sedangkan perempuan 2,5 juta. Ironisnya, pada “ketebak” tuh biaya masuk. Padahal kalau dijadiin modal usaha atau frenchese bisa  jadi bos dia.

Saatnya,,,

                Istilah ustadz yusuf Mansur Pindah quadran. Saatnya kita jadi pengusaha.  Bingung modal?mau usaha apa, ga bisa dagang?  Gampang, minta petunjuk sama Allah. Kalau keinginan kita menuju arah lebih baik sangat kuat, insya allah jalan akan terbuka. Asal jangan berputus asa.

Last but not least, Tetap berkarya! yang suka nulis, yang suka nyanyi, yang suka saya,,he…keep istiqomah.


Iklan

Perihal Mufti Aqosiya
mencoba membuat jejak dengan pintalan kata yang sederhana

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

ketikankunet

Ini tempatku, mana tempatmu?

Ayumie blog

Aku bukanlah penulis, aku hanya merangkai kata-kata yang ber-kerumun di kepalaku.

FOTO BLOG

A fine WordPress.com site

Ruang Tinta

Membaca Bahasa di Ruang Tinta

Yesterday

Menyelami yang lampau

dediwiyanto

semangat berkelanjutan

pengikatsurga

menuliskan peradaban

Koidatul Lisa

" in a day, when you don't come across any problems, you can be sure that you are traveling in a wrong path"

M O R E T A

LAKSANAKAN KATA HATIMU

Muhammadrasyidridho's Blog

Kehidupan adalah universitas terdahsyat

Azizah SL

Membumikan Kata, Melangitkan Cerita

Sekedar Menuruti Kata Hati

Software, Aplikasi Komputer, Tips dan Tricks, Tutorial Photoshop

Bundadontworry's Blog

kedamaian hati ada dalam rasa syukur.

Padepokan Budi Rahardjo

belajar untuk menjadi manusia ...

Ridho Dan Bukunya

Membuka Dunia Dengan Membaca

Journey of Sinta Yudisia

Writing is Healing. I am a Writer & Psychologist.

Look, Think and Write

Blognya Izzawa

%d blogger menyukai ini: