Ada yang tertahan

Kau terbangun

Mengoleskan ramuan pada sisa luka di tangan

Aku terbaring menatap cahaya matamu

Ada kapas kecil menotok sisa irisan ditangan

Kau usapkan lagi

Ramuan dengan jampi rindu

Jangan kau garuk, katamu

Aku tahan

Tertahan. Sangat tertahan

Aku menemuimu lagi diruang lain

Memusatkan pada luka di tangan

Bukan borok!

bukan memar!

Kubilang irisan kuku

Ah,  sudah tak tertahan

Aku bebas

Lagi, ku menjumpaimu di dunia asal

saat kau mengoleskan ramuan

pada sisa luka di tangan

ku tak bisa lagi menjilati cahaya matamu.

~Bandung, 15 Mei 2012~

Iklan

Perihal Mufti Aqosiya
mencoba membuat jejak dengan pintalan kata yang sederhana

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

ketikankunet

Ini tempatku, mana tempatmu?

FOTO BLOG

A fine WordPress.com site

Ruang Tinta

Membaca Bahasa di Ruang Tinta

Ruang Cerita

"Setiap Orang, Setiap Cerita"

pengikatsurga

menuliskan peradaban

Koidatul Lisa

" in a day, when you don't come across any problems, you can be sure that you are traveling in a wrong path"

M O R E T A

LAKSANAKAN KATA HATIMU

Muhammadrasyidridho's Blog

Kehidupan adalah universitas terdahsyat

Bundadontworry's Blog

kedamaian hati ada dalam rasa syukur.

Padepokan Budi Rahardjo

belajar untuk menjadi manusia ...

Ridho Dan Bukunya

Membuka Dunia Dengan Membaca

Membaca Rindu

sebab menulis adalah kata kerja

Journey of Sinta Yudisia

Writing is Healing. I am a Writer & Psychologist.

Penganyam Kata

works by Daniel Mahendra

Habibi Mustafa

... berbagi ilmu, bertambah tahu!

%d blogger menyukai ini: