Allah, Manusia dan Hidup

Memang benar!

kadang kita selalu berkutat antara kita dan permasalahan hidup:hanya antara kita- masalah, kita-keinginan. Jarang melibatkan Allah disetiap hajat atau permasalah. Padahal melibatkan-Nya di setiap hal akan mempermudah. orang mengalami kesulitan pekerjaan, kuliah dan nikah (jodoh), padahal usahanya udah bercucuran keringat, airmata, dan telinga (he.. nggak pake telinga ketang).  Kenapa tah? Kata pak Ustad yusuf Mansyur mungkin Shalatnya masih perlu di perbaiki. Baik Wajib (berjamaah) maupun shalat sunnah. Eh jangan dikira shalat berjamaah nggak ada sangkut pautnya dengan masalah ekonomi, as long as my experience sih ada. Beneran! terus shalat-shalat sunnah juga harus lebih giat. Kerasa tuh kemudahannya. Beneran(lagi)!. Terakhir kata Pak ustad Yusuf Mansur sodaqoh.

saya punya cerita nih, waktu kuliah semester 1 tuh masih suka berangkat ke kampus  naik kereta. Biaya ongkos saya dapatkan dari uang makan kerja. Kerja Cuma 4 hari. Mikir ya? Kerja apaan 4 hari?? he.. jualin Pem-Pek Palembang punya orang. Empat hari senin sampe kamis bagian  saya, dan sabtu-minggu bagian temen, si Hendra.

lanjut, satu hari dikasih Rp.5000.  Suatu hari saya sakit beberapa hari, nggak punya ongkos. Bingung! orang tua kagak punya. Nyari kemana coba? mau pinjem tetangga sama saudara juga udah terlalu sering. Malu. Eh inget tuh sama Shalat dhuha. Saya shalat, minta sama Allah…” ya allah saya ga punya ongkos untuk kuliah,  jika engkau menghendaki aku untuk berangkat siang ini, berangkatkanlah saya. “

Setelah beberapa menit keluar dari toilet, seorang ibu separuh baya memberikan uang tiga puluh ribu. heran saya,  padahal baru tadi berdo’a dalam  hati cuma saya dan Allah tau. Entah kenapa si Ibu itu tiba-tiba memberikan uang sama saya. beneran saya langsung sujud syukur. Walau tiga puluh ribu tapi lumayan untuk 2 minggu, he.  Itulah pertolongan Allah.

Tapi di sisi lain, mengingat Allah tidak hanya dalam keadaan susah. Kadang, saya pribadi, seenaknya aja solat tanpa berusaha untuk khusu, apalagi shodaqoh.

Refleksi:

Robbi, ampuni dosa kami.Tiada yang kecil dari pertolongan-Mu . Semua yang datang dari-Mu akan Kami ambil hikmah dan syukuri.

Robbi,  aku yakin Engkau bukan tidak mendengar doa Kami. Mungkin saja Engkau menanguhkannya sampai kami siap menerima. Robbi,  Kami sadar. Mungkin do’a-do’a kami terhalang oleh dosa-dosa yang pernah  Kami lakukan. Robbigfirlii…

~Bandung, Pebruari 2012~

~Bogor, 09 Oktober 2012~

Iklan

Perihal Mufti Aqosiya
mencoba membuat jejak dengan pintalan kata yang sederhana

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

ketikankunet

Ini tempatku, mana tempatmu?

Ayumie blog

Aku bukanlah penulis, aku hanya merangkai kata-kata yang ber-kerumun di kepalaku.

FOTO BLOG

A fine WordPress.com site

Ruang Tinta

Membaca Bahasa di Ruang Tinta

Yesterday

Menyelami yang lampau

dediwiyanto

semangat berkelanjutan

pengikatsurga

menuliskan peradaban

Koidatul Lisa

" in a day, when you don't come across any problems, you can be sure that you are traveling in a wrong path"

M O R E T A

LAKSANAKAN KATA HATIMU

Muhammadrasyidridho's Blog

Kehidupan adalah universitas terdahsyat

Azizah SL

Membumikan Kata, Melangitkan Cerita

Sekedar Menuruti Kata Hati

Software, Aplikasi Komputer, Tips dan Tricks, Tutorial Photoshop

Bundadontworry's Blog

kedamaian hati ada dalam rasa syukur.

Padepokan Budi Rahardjo

belajar untuk menjadi manusia ...

Ridho Dan Bukunya

Membuka Dunia Dengan Membaca

Membaca Rindu

sebab menulis adalah kata kerja

Journey of Sinta Yudisia

Writing is Healing. I am a Writer & Psychologist.

Look, Think and Write

Blognya Izzawa

%d blogger menyukai ini: