Tuli sejenak..

Hidup di atas pendapat orang itu tidak selalu benar dan menguntungkan. Apalagi saat penilaian negatif terlontar. Sebagai contoh kecil, Aku teringat saat hendak terjun dalam dunia skripsi. Sebelumnya bayangan tentang skripsi sungguh menakutkan karena melebihi tokoh-tokoh hantu yang ada di beberapa film horor Indonesia. Sejurus ditambah dengan beberapa pandangan yang entah dasar apa mereka mengatakannya. Mungkin ada hubungannya dengan gelar standby student yang aku dapatkan dari seorang dosen.

“Wah, kayaknya kamu bakal telat nih kayak temanmu itu” ungkap seorang badan administratif kampus. sama halnya dengan seorang adik kelas yang berkata demikian. Aku menanggapi hanya dengan senyuman. Liat saja nanti! Batin aku waktu itu.

Ada dua cara dalam menanggapi pendapat negatif orang, kata sahabatku:  Pertama, Mematahkan pendapat. Jika saja pandangan negatif orang tidak sesuai dengan kenyataan, maka salah satu cara dengan mematahkan pendapat itu dengan cara bisa membiarkannya berlalu begitu saja dan membuktikannya dengan perilaku baik bahwa apa yang dipandang negatif itu tidaklah benar. Kedua, mengikuti pendapat itu dan larut di dalamnya. Barangkali ini yang kadang membuat sebagian orang mandeg dan tidak PD berbuat sesuatu karena terus hidup dalam beberapa pednapat orang.

Ada sebuah cerita tentang seekor katak tuli yang begitu menginspirasiku. Suatu hari empat ekor katak sedang bermain-main. Mereka saling kejar dengan berlompat-lompatan riang. Seekor katak kecil bersembunyi di semak-semak ingin ikut bergabung. Si katak kecil senang dan ikut walaupun tidak kenal dengan katak-katak itu.

“Tolong, tolong!”

Tak lama tiba-tiba beberapa ekor katak dikagetkan dengan teriakan itu. Ada seekor katak yang terjerembab  masuk ke dalam lubang sangat dalam. Ternyata pada saat lompatan melewati lubang dalam itu si Katak yang berada di belakang kalah melompat tinggi dengan teman-temannya  .

“wah, lubangnya dalam  sekali” kata seekor katak yang melihat siluet lubang itu. Si Katak kecil yang ada di lubang hanya berlompat-lompat ingin mengeluarkan diri dari jebakan.

“Sudahlah, engkau takkan bisa melewati lubang yang dalam ini” kata seekor katak lain.

“Iya, lubang ini sangat dalam”.

Si katak kecil hanya melompat-lompat. Beberapa katak di atas sana merasa kasihan namun apa daya mereka tidak bisa karena sama saja menjemput kematian mereka. Akhirnya dengan tega mereka memutuskan untuk meninggalkan katak itu. Saat beberapa lompatan meninggalkan mulut lubang, beberapa katak dikagetkan yang kedua kalinya oleh teriakan katak kecil itu.

“Horee aku bisa. Terimakasih ya teman-teman. Dari tadi kalian kau memberiku semangat” si katak kecil berujar dengan riang. Beberapa katak heran dengan jawaban-jawaban yang tak selalu nyambung denga pertanyaan. Dan ternyata si katak itu tuli.

Begitulah, Dalam hal ini adakalanya kita harus tuli terhadap pendapat yang bisa melumpuhkan gerak kita, Ayyash.

-Bandung, 15 November 2012-

Iklan

Perihal Mufti Aqosiya
mencoba membuat jejak dengan pintalan kata yang sederhana

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

ketikankunet

Ini tempatku, mana tempatmu?

Ayumie blog

Aku bukanlah penulis, aku hanya merangkai kata-kata yang ber-kerumun di kepalaku.

FOTO BLOG

A fine WordPress.com site

Ruang Tinta

Membaca Bahasa di Ruang Tinta

Yesterday

Menyelami yang lampau

dediwiyanto

semangat berkelanjutan

pengikatsurga

menuliskan peradaban

Koidatul Lisa

" in a day, when you don't come across any problems, you can be sure that you are traveling in a wrong path"

M O R E T A

LAKSANAKAN KATA HATIMU

Muhammadrasyidridho's Blog

Kehidupan adalah universitas terdahsyat

Azizah SL

Membumikan Kata, Melangitkan Cerita

Sekedar Menuruti Kata Hati

Software, Aplikasi Komputer, Tips dan Tricks, Tutorial Photoshop

Bundadontworry's Blog

kedamaian hati ada dalam rasa syukur.

Padepokan Budi Rahardjo

belajar untuk menjadi manusia ...

Ridho Dan Bukunya

Membuka Dunia Dengan Membaca

Journey of Sinta Yudisia

Writing is Healing. I am a Writer & Psychologist.

Look, Think and Write

Blognya Izzawa

%d blogger menyukai ini: