TIDAK ADA MURID YANG BURUK, YANG ADA GURU YANG BURUK: REVIEW FILM HICKI (2018)

Menuntaskan sebuah film yang saya rasa menginspirasi. Ceritanya mengenai seorang perempuan, Naina Marthur (diperankan oleh Rani mukerji ) yang mengalami sindrom tourette (sebuah gangguan neurologis, yaitu ketika sambungan di otak longgar, akan mengalami kejutan). Film ini berdasarkan sebuah novel “Front of the Class” Karya Brad Cohen & Lysa Wysocky. Novel tersebut juga pernah difilmkan oleh amerika pada tahun 2008 dengan judul yang sama besutan sutradara Peter Werner, dan diperankan oleh  James Wolk.

COVER.jpg

Benang merah ceritanya tidak jauh berbeda, namun versi india ini diperanan oleh seorang perempuan yaitu Naina Marthur yang merupakan seorang magister sempat ditolak oleh beberapa sekolah  karena sindrom tourette-nya.  Memang sejak kecil Naina mengalami hal ini, hingga beberapa guru dan temannya di kelas merasa terganggu dalam proses belajar-mengajar. Beberapa guru pun menganjurkannya untuk kesekolah berkebutuhan khusus. Namun hal tersebut tidak disetjui oleh ibunya.

Salah satu alasan Naina ingin menjadi guru sebenarnya sederhana, saat Naina kecil,  ada pertunjukan kreasi seni di sekolah mereka, tentunya Naina hadir turut menyaksikan. Dan bisa dibayangkan bagaimana suara yang keluar dari Naina kecil menganggu konsetrasi pemain drama yang ada di depan. Hinga akhrnya ia dipanggil oleh kepala sekolah naik ke panggung. Dalam adegan tersebut kepala sekolah bertanya mengapa seperti itu, dan Naina kecil menjawab tentang  sindrom tourette-nya. Kepala sekolah tersebut bertanya “apa yang harus kami lakukan untukmu?” Naina kecil menjawab bahwa ia ingin diterima seperti anak yang laiinnya di sekolah mereka.  Akhirnya guru tersebut berjanji untuk menjadikan Naina kecil sama seperti siswa yang lain.

Naina akhirnya diterima menjadi guru di st. Notker’s, sekolah pavoritwalaupun awalnya kepala sekolah dan kesiswaan sempat meragukan kondisi Naina. singkat cerita, naina diberikan kepercayaan untuk mengajar kelas 9 f, di mana kelas ini memang tidak ada guru yang bertahan lama karena tidak bisa “menaklukan” muridnya.Aanak 9f ini latar belakang keluarganya miskin, masuknya mereka ke di st. Notker’s karena lahan sekolah mereka sengketa, dengan terpaksa sekolah tersebut menerimanya karena aturan negara dan lokasi  berada dekat.

Kabar naina mengajar di sekolah ersebut pun sampai ke telinga mereka, dan mereka mengadadakantaruhan untuk membuat hengkang guru tersebut. Konflik terjadi ketika Naina mulai mengajar, para murid bekerja sama untuk membuat sang guru itu tidak betah hingga membuat guru tersebut terluka secara psikis. Namun, naina membuat kepakatan dan tidak menyerah dengan ulah mereka.

1.png

Ulah mereka menjahili Naina di kelas karena membuat cairan nitrogen hingga meledak terdengar oleh kesiswaan dan dilaporkan kepada kepala sekolah hingga akhirnya mereka dipanggil. Dari sana, Naina mencoba membela bahwasannya apa yang mereka lakukan sudah bagus hanya saja mereka belum tahu menyalurkannya dengan benar. Mulai dari sinilah mereka berpikir mengapa guru tersebut membelanya. Hingga akhirnya cerita ke cerita, naina bisa menaklukan mereka dengan mengajar penuh cinta. Anak-anak kelas 9 f yang awalnya tertinggal dari sisi akademik akhirnya bisa menyaingi anak-anak kelas 9 A yang notabene anak-anak yang cerdas.

Saya rasa cerita  Brad Cohen & Lysa Wysocky versi india ini lebih menyentuh di banding versi amerika. Sangat menginspirasi, nge-charge nih buat kamu seorang guru,  bahwa apa yang seorang guru sampaikan dengan hati, pasti meresat dan terpahat. Baik itu ucapan dan perbuatan.

3.jpg

Kemudian, memang tugas guru bukan sekadar menyampaikan materi yang ada dikelas, melainkan mempersiapkan mereka menghadapi masa depan.

1

Silakan tonton. Semoga bermanfaat.

Iklan

Perihal Mufti Aqosiya
mencoba membuat jejak dengan pintalan kata yang sederhana

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

ketikankunet

Ini tempatku, mana tempatmu?

FOTO BLOG

A fine WordPress.com site

Ruang Tinta

Membaca Bahasa di Ruang Tinta

Ruang Cerita

"Setiap Orang, Setiap Cerita"

pengikatsurga

menuliskan peradaban

Koidatul Lisa

" in a day, when you don't come across any problems, you can be sure that you are traveling in a wrong path"

M O R E T A

LAKSANAKAN KATA HATIMU

Muhammadrasyidridho's Blog

Kehidupan adalah universitas terdahsyat

Azizah SL

Membumikan Kata, Melangitkan Cerita

Bundadontworry's Blog

kedamaian hati ada dalam rasa syukur.

Padepokan Budi Rahardjo

belajar untuk menjadi manusia ...

Ridho Dan Bukunya

Membuka Dunia Dengan Membaca

Membaca Rindu

sebab menulis adalah kata kerja

Journey of Sinta Yudisia

Writing is Healing. I am a Writer & Psychologist.

Look, Think and Write

Blognya Izzawa

Penganyam Kata

works by Daniel Mahendra

%d blogger menyukai ini: