TIDAK ADA MURID YANG BURUK, YANG ADA GURU YANG BURUK: REVIEW FILM HICKI (2018)

Menuntaskan sebuah film yang saya rasa menginspirasi. Ceritanya mengenai seorang perempuan, Naina Marthur (diperankan oleh Rani mukerji ) yang mengalami sindrom tourette (sebuah gangguan neurologis, yaitu ketika sambungan di otak longgar, akan mengalami kejutan). Film ini berdasarkan sebuah novel “Front of the Class” Karya Brad Cohen & Lysa Wysocky. Novel tersebut juga pernah difilmkan oleh amerika pada tahun 2008 dengan judul yang sama besutan sutradara Peter Werner, dan diperankan oleh  James Wolk.

COVER.jpg

Benang merah ceritanya tidak jauh berbeda, namun versi india ini diperanan oleh seorang perempuan yaitu Naina Marthur yang merupakan seorang magister sempat ditolak oleh beberapa sekolah  karena sindrom tourette-nya.  Memang sejak kecil Naina mengalami hal ini, hingga beberapa guru dan temannya di kelas merasa terganggu dalam proses belajar-mengajar. Beberapa guru pun menganjurkannya untuk kesekolah berkebutuhan khusus. Namun hal tersebut tidak disetjui oleh ibunya.

Salah satu alasan Naina ingin menjadi guru sebenarnya sederhana, saat Naina kecil,  ada pertunjukan kreasi seni di sekolah mereka, tentunya Naina hadir turut menyaksikan. Dan bisa dibayangkan bagaimana suara yang keluar dari Naina kecil menganggu konsetrasi pemain drama yang ada di depan. Hinga akhrnya ia dipanggil oleh kepala sekolah naik ke panggung. Dalam adegan tersebut kepala sekolah bertanya mengapa seperti itu, dan Naina kecil menjawab tentang  sindrom tourette-nya. Kepala sekolah tersebut bertanya “apa yang harus kami lakukan untukmu?” Naina kecil menjawab bahwa ia ingin diterima seperti anak yang laiinnya di sekolah mereka.  Akhirnya guru tersebut berjanji untuk menjadikan Naina kecil sama seperti siswa yang lain.

Naina akhirnya diterima menjadi guru di st. Notker’s, sekolah pavoritwalaupun awalnya kepala sekolah dan kesiswaan sempat meragukan kondisi Naina. singkat cerita, naina diberikan kepercayaan untuk mengajar kelas 9 f, di mana kelas ini memang tidak ada guru yang bertahan lama karena tidak bisa “menaklukan” muridnya.Aanak 9f ini latar belakang keluarganya miskin, masuknya mereka ke di st. Notker’s karena lahan sekolah mereka sengketa, dengan terpaksa sekolah tersebut menerimanya karena aturan negara dan lokasi  berada dekat.

Kabar naina mengajar di sekolah ersebut pun sampai ke telinga mereka, dan mereka mengadadakantaruhan untuk membuat hengkang guru tersebut. Konflik terjadi ketika Naina mulai mengajar, para murid bekerja sama untuk membuat sang guru itu tidak betah hingga membuat guru tersebut terluka secara psikis. Namun, naina membuat kepakatan dan tidak menyerah dengan ulah mereka.

1.png

Ulah mereka menjahili Naina di kelas karena membuat cairan nitrogen hingga meledak terdengar oleh kesiswaan dan dilaporkan kepada kepala sekolah hingga akhirnya mereka dipanggil. Dari sana, Naina mencoba membela bahwasannya apa yang mereka lakukan sudah bagus hanya saja mereka belum tahu menyalurkannya dengan benar. Mulai dari sinilah mereka berpikir mengapa guru tersebut membelanya. Hingga akhirnya cerita ke cerita, naina bisa menaklukan mereka dengan mengajar penuh cinta. Anak-anak kelas 9 f yang awalnya tertinggal dari sisi akademik akhirnya bisa menyaingi anak-anak kelas 9 A yang notabene anak-anak yang cerdas.

Saya rasa cerita  Brad Cohen & Lysa Wysocky versi india ini lebih menyentuh di banding versi amerika. Sangat menginspirasi, nge-charge nih buat kamu seorang guru,  bahwa apa yang seorang guru sampaikan dengan hati, pasti meresat dan terpahat. Baik itu ucapan dan perbuatan.

3.jpg

Kemudian, memang tugas guru bukan sekadar menyampaikan materi yang ada dikelas, melainkan mempersiapkan mereka menghadapi masa depan.

1

Silakan tonton. Semoga bermanfaat.

Iklan

Tukang Bensin dan Sebuah Doa

Takjub!
Itulah kesan pertama saat saya membuka tanki bensin di pom mini berukuran dua kali tiga itu. Pasalnya, saya baru menemukan pedagang yang setiap bertemu pelangganya mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim. Berkah rezekina, lancar urusanna, berkah hasilna.” Setelah selesai, dia mengucapkan “Alhamdulillah. Ditampi artosna.”

 

Namanya Mas Hadi, tukang bensin dekat rumah yang jaraknya kurang lebih 1 km. Usianya 50 tahun. Dua atau tiga kali dalam seminggu setiap pagi saya mengisi ke Mas Hadi. Tidak banyak yang saya tahu mengenai perjalanan hidupnya, tapi yang jelas, awalnya dia adalah seorang penambal ban.

 

Sekitar pertengahan 2013 saya pindah rumah. Sempat ban motor saya bocor. Saat itu belum mengetahui di mana letak tukang tambal ban. Hingga bertanya sana-sini akhirnya tiba salah satu tambal ban Mas Hadi ini.

 

Memang menarik dari pria paruh baya yang rambutnya didominasi warna putih ini, membuka ban pun taklepas dari doa itu. Dua kali saya pernah tambal ban di Mas Hadi. selebihnya, saya hanya membeli bensin. karena selang beberapa waktu, dia pun mulai memajang beberapa botol bensin eceran. Di beberapa botol Mas Hadi memasang harga yang terbuat dari potongan kardus bertuliskan spidol dari Rp. 5000 sampai Rp. 7000.

Satu hal yang tidak berubah yaitu doa yang sama. Jika saja kamu datang dan membuka tutup tanki bensin, maka doa-doa itu langsung terucap kepadamu.

 

Waktu bergulir, Mas Hadi mempunyai dua mesin pom mini. Namun beberapa botol masih dipajangnya. Masih tidak berubah. Doa yang ia ucapkan kepada pelangganya masih seperti dulu. “Bismillahirrahmanirrahim. Berkah rezekina, lancar urusanna, berkah hasilna.”

                                                                           —***—
Jika doa adalah sebuah kebaikan, maka takada salahnya kita menebar kebaikan untuk semua orang.
Huwallahua’lam.

​JALAN UNTUK GENERASI PELOPOR PERUBAHAN

Oleh; Mufti Fauzi Rahman

Judul : Jatuh 7 Kali Bangkit 8 Kali

Penulis : G.sutarto & J. Sumardianta

Cetakan     : Pertama, Maret 2017

Halaman : xxxvi + 288 Hal.

ISBN : 978-602-291-373-3
Menjalani hidup yang tidak sesuai keinginan memang pada akhirnya menjadi sebuah pilihan. Bagi sebagian orang, yang menjadikan hidupnya sebagai sebuah pembelajaran, maka hal tersebut adalah sebuah proses menanam benih kebahagiaan. Merubah keterbatasan menjadi sebuah pemicu untuk mengejar takdir kebahagiaan memang tidak selalu mulus. Namun, di akhir, seorang pejuang akan tahu arti ketidakmulusan tersebut adalah pembelajaran mental.

Adalah Sutarto adalah seorang anak desa yang mempunyai harapan dan cita-cita untuk menjadi seorang terdidik dan pendidik. Di kampungnya, pada masa itu, pendidikan belum menjadi sebuah kebutuhan. Di saat  Sutarto memilih pendidikan sebagai prioritas, teman sebayanya masih terjebak dalam budaya menikah usia dini. Sutarto mempunyai prinsip sendiri mengenai pentingnya pendidikan, bahwa hanya sekolah yang bisa mengubah nasib. 

Pada tahun 1970, Sutarto mengenyam bangku Sekolah Dasar. Di desanya, Karang anyar- Jawa tengah belum ada fasilitas pendidikan yang memadai, seperti kelas terlebih bangunan sekolah. Proses belajar-mengajar dilakukan di rumah-rumah tokoh masyarakat setempat seperti rumah kepala desa dan sekretaris desa. Namun hal tersebut tidak menjadi kendala bagi Sutarto untuk terus bersekolah. Bahkan, dari sekolah ia menemukan pemicu cita-citanya untuk terus melanjutkan ke jenjang selanjutnya. “ Hasil 

Saat memasuki masa pendaftaran SMP, Sutarto harus menelan pil pahit sendiri. Ia harus menyelsaikan persyaratan dulu agar bisa masuk ke SMP. Berjarak 10 km dari rumahnya, ia terpaksa harus bulak-balik melengkapi persyaratan. Bapaknya tidak bisa berbuat banyak karena hal tersebut keinginan Sutarto. Mau sekolah atau tidak terserah Sutarto.  Sebagai seorang remaja yang di desanya belum ada yang masuk SMP, ia senang karena akhirnya bisa masuk SMP. Di sekolah jenjang menengah ini, Sutarto pun banyak diajari berbagai macam hal. Termasuk soft skill. Sutarto diajari membuat prakarya berupa membuat sabun detergen. Kemampuan tersebut ia jadikan sebuah kesempatan untuk berbisnis kecil-kecilan dengan menjual ke ibu-ibu dusun. Dengan bungkusan  kecil, ia akhirnya banyak mendapat keuntungan. Termasuk keuntungan untuk tidak membeli sabun.

 Selepas berakhir masa SMA, orangtuanya mendaftarkan Sutarto masuk SPG (sekolah pendidikan Guru). Sayangnya, Sutarto enggan dimasukan ke sekolah tersebut. Orangtuanya menyarankan suapaya selepas SPG, ia akan langsung mengajar. Namun, Ia  bersikukuh tetap memilih SMA. 

Sutarto punya prinsip, ia ingin Menjadi seorang Transformer (pelopor perubahan) bukan menjadi transmiter (penerus perubahan) (Hal: 66). Dan dari prinsip inilah, ia terus-menerus belajar hingga perguruan tinggi. Kuliah di universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta. Berbekal dengan naluri bisnisnya, ia menggunakan kesempatan dekat dosen untuk menawarkan jasa. Ia menajdi supllier material bahan bangunan. Menawarkan harga murah dari toko lain saat salahsatu dosennya ingin membangun rumah. Keuntungan tersebut ia gunakan sebagai tambahan biaya kuliah.

Masih banyak sekali cerita lain yang tidak kalah menarik nan menginspirasi dalam bukunya G. Sutarto dan J.Sumardianta seperti kepergian ayah Sutarto, kemalangan yang berbuah manis: kelaparan,  kehidupan rumah tangga Sutarto dan lain sebagainya. Kisah yang diramu oleh J. Sumardianta menjadikan ceritanya mengalir. Bahasa renyah dan menggugah karena setiap bab di sisipi dengan cerita-cerita motivasi populer sebagai suplemen bagi pembaca. Sedikit masukan pula untuk buku ini, beberapa bagian kutipan penting akan lebih menarik dan gampang diingat jika dalam lembaran terpisah. 

Banyak pelajaran yang bisa diambil dari buku ini. Bagi Anda yang masih berkeluh kesah dengan apa yang terjadi saat ini, buku ini cocok sebagai obat. Pengalaman yang penulis ramu, memperkaya nilai-nilai kebijkasanaan hidup.

Review Film “Genius” (2016)

genius-2016-52507Thomas wolfe atau yang akrab di panggil Thom adalah  seorang penulis yang belum begitu terkenal karena  Naskahnya ditolak  beberapa penerbit di Amerika. Thom,  datang kepada sebuah penerbit besar yang mempunyai editor, Maxwel Perkins (colin Firth),  yang begitu brilian karena turut turun tangan pada karya sastrwawan F Scott. Fitzgerald dan Ernest Hemingway. Melihat kesungguhan Thom, Sang editorn T.n Perkins tertarik dengan naskah tersebut dan berniat untuk menerbitkan karyanya. Sebagai seorang editor, Perkins  menyuntingnya dan dipangkas sekitar 300 halaman. Termasuk mengubah judul bukunya. Awalnya Thom enggan menerima hal tersebut, pada akhirnya dia mengerti bahwa hal tersebut harus dilakukan.

 

 

“Tom, yang aku mau hanya menyampaikan karyamu kepada publik, dalam bentuk terbaik. Tugasku, tugasku satu-satunya yaitu memberikan buku bagus kepada para pembaca.”

1

2

Dengan beberapa polesan dan kegeniusan Perkins dalam menangani naskah, buku tersebut akhirnya berjudul look homeward, Angeldan laku di pasaran sekitar 15 ribu copy dalam beberapa bulan.

Takhanya sampai di buku pertama, kreatifitas Thom ditantang di Naskah kedua, yang nantinya berjudul “ Of time and the River”. Tebalnya 5000 halaman dan tentunya  Max Perkins harus menyuntingnya untuk disajikan kepada pembaca. Hubungan antara penulis dan editor ini begitu intens memoles naskah tersebut agar matang, penyuntingan dimulai diksi, plot dan sebagainya.  akhirnya buku tersebut menjadi Best Seller.

Film  berlatar New York 1929  memang banyak menampilkan hubungan profesionalitas antara  editor dan Penulis. Film ini cocok bagi rekan-rekan yang mencintai literatur. Khusunya bagaimana sebuah buku yang berkualitas lahir dan menjadi fenomenal.

Selamat menonton.

(MAQ)

 

Nikah (pake) Muda Satu, Pak!

Jujur aja, pengen nikah ya he? ayolah jangan malu-malu. Mungkin jawabannya bervariasi. Mau tapi nunggu dulu sukses, nunggu dulu lulus kuliah, nuggu dulu kakak saya,  dan banyak lagi. Udah nikah?syukur deh kalau udah

Itu sih pilihan, dan sobat-sobat yang tahu alasannya sendiri. Tapi untuk saya  pribadi, mengambil keputusan nikah itu tertulis begitu saja di dalam target. Di usia yang sangat muda,  21 tahun saya  sudah menikah. Tanpa paksaan, tanpa  apapun pokoknya sudah bulat waktu itu pengen nikah. Karena biasanya nikah muda identik dengan married by accident (MBA). Naudzubillahimindzalik. tapi beneran lho, nggak hanya sekali pernyataan MBA terlontar pada saya ketika orang yang  duduk bersebelahan di Bis kota

“ke mana, De?” Tanya seorang Bapak

“ke Bogor,Pak”

“ Bogor, nya di mana?’

“Sentul, Pak”

“ Main?”

“Enggak , mengunjungi istri”

“Istri?” Dia mengernyitkan kening “ udah  nikah ya?” lanjutnya

“sudah. Kenapa gitu, pak”

“enggak, kirain masih sekolah. Masih kelihatan muda “

Emang gua baby face. Batinku dalam hati

Gambar Koleksi Pribadi

Gambar Koleksi Pribadi

Ceritanya Istri saya kuliah di Bogor,  hal itu memang sempat jadi pertimbangan apakah saya yakin dengan keputusan itu. Bukankah setelah menikah itu hidup bersama dalam rumah tangga agar terjalin komunikasi yang baik.  Sempat saya berpikir istri untuk kuliah di bandung, tapi amat disayangkan karena sudah satu tahun menjalani masa perkuliahan dan istripun sudah cocok dengan perkuliahannya. Saya tidak bisa memaksa, akhirnya saya bertawakal dan siap menjalani apapun.

Untuk bab munakahat (pernikahan) memang sudah saya  target. Waktu itu saya targetkan semester 6 saya udah nikah. Alhamdulilah diakhir semester 6 ternyata allah mengabulkan do’a saya.  Pernikahan bukanlah jalan akhir dari sebuah keputusan, justru permulaan mencapai kehidupan itu –sejauh yang saya alami- dari pernikahan.

Alhamdulilah Ketika mengajukan permintaan tersebut orang tua mengijinkan. Walaupun beberapa tanggapan dari beberapa saudara “ah, pentil keneh”  tapi tekad saya sudah bulat untuk menikah. Karena saya yakin berada dijalan yang benar.

Intinya saya meyakinkan diri bahwa “Jangan takut,”. Karena  Masalah rizki udah ada Allah yang ngatur. Asalkan jangan main-main aja. Serius. Kalau setengah-setengah segera mantapkan hati ke allah.  Saya juga pernah mengalami beberapa kehawatiran dan ketakutan. Tapi kalau niatnya bener pengen ibadah, insya Allah mudah.

Saya pernah diingatkan oleh sahabat saya yang sudah nikah duluan di usia muda, beliau bilang bahwa menikah kalau niatnya buat  HANYA sekadar seks maka akan dipastikan  cepet bosan. Tapi kalau buat  ibadah segalanya akan berbuah indah.

Janji Allah dan Rosul itu enggak pernah  ingkar, sob. “Dan nikahilah orang-orang yang sedirian diantara kamu, dan orang-orang yang layak (menikah) dari hamba-hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. Jika mereka miskin Allah akan memampukan mereka dengan kurnia-Nya. Dan Allah Maha luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui.”

Terus berdoa dan meminta kebaikan untuk dimudahkan segala urusan kepada Allah secara kontinyu, jangan terputus. Bila ingin mendapatkan pasangan yang baik dan berkualitas tinggal baguskan dulu kualitas kita sendiri. sebagaimana firman Allah dalam surat AnNur:26: “Perempuan-perempuan yang keji untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji untuk perempuan-perempuan yang keji (pula), sedangkan perempuan-perempuan yang baik untuk laki-laki yang baik, dan laki-laki yang baik untuk perempuan-perempuan yang baik (pula)…”.

so, itu tergantung sobat-sobat. Tapi kalau saya, buat apa ditunda kalau sekarang bisa.

Sulit Mencari Jodoh

saya enggak bisa memberikan tips bagaimana supaya mudah mendapat jodoh. tapi setidaknya kita mengenal hadis Rosululloh bersabda: “Wanita itu dinikahi karena empat perkara yaitu karena hartanya, karena keturunannya, karena kecantikannya, dan karena agamanya. Maka pilihlah olehmu wanita yang punya agama, engkau akan beruntung.” (HR. Al-Bukhari no. 5090 dan Muslim no. 1466

empat kriteria yang ada dalam hadis tersebut  bukan berarti semuanya harus and  kudu dicari dan dikumpulkan. Mana aja yang ada, tapi sebaiknya agama yang utama.

Hal penting bagi kita tiada lain hanya terus mendekatkan diri pada Allah. Karena Dia maha yang memberi segalanya. Jodoh kita milik Allah, maka kepada siapa lagi kita meminta.  Ustadz yusuf Mansur pernah bilang jika kita punya keinginan benerin dulu dari solat. Dengan kata lain, apakah sudah rutin solat wajib dengan  berjamaah, dhuha, tahajud dan solat sunnah lainnya. Enggak percaya,, cobain deh. rasakan perubahan dan kemudahannya dari hari ke hari. Dan jangan lupa banyakin sodakoh. Cobain deh pokoknya.

Semoga bermanfaat!

***

“Diantara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenang kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir”. (QS : Ar Rum [30] :21).

 

Beri Anak Pilihan Bukan Larangan

“Hei, Nak, jangan lari-lari! Diam!”

            Si anak tidak menghiraukannya. sang Ibu mendengus kesal, mengeluarkan tanduk kemarahan menyaksikan anaknya yang masih terus berlari-lari di sekitar tempat duduk apotik. Dengan sigap  menghampiri anak lelaki yang bermain-main dengan seorang anak lain yang senasib menunggu gilirannya mendapatkan obat.

“susah di atur, ya, kamu! Dasar Nakal!” 

Pernahkah anda melihat para orangtua peristiwa semacam itu? kerap kali saya menyaksikan masih ada beberapa orangtua yang tidak mengerti arti “larangan” ke pada anak. Terasa miris menyaksikannya. Apalagi jika melihat umur yang masih satu tahun atau masih senang-senangnya berlari-lari, bermain-main, dan melihat-lihat sekelilingnya dengan penuh penasaran dan takjub.

Cline dan Fray pernah mengatakan bahwa sebuah  pelarangan kepada anak tanpa disertai dengan cinta dan logika hanyalah pengikisan konsep diri belaka. Karena ketika kita mengeluarkan perintah yang saklek seperti “ Potong rumput!”, “Diam!”, “Jangan ke mana-mana!”, “cepat mandi! Sudah besar masih disuruh-suruh!” apalagi  disertai suara yang tinggi hanyalah mengundang pertikaian.

Terus bagaimana cara melarang anak tanpa dia merasa dirugikan dengan sikap para orang tua yang seakan-akan seperti komandan militer? Atau bagaimana anak bisa memutuskan dirinya untuk berbuat sesuatu?

Kuncinya, menurut Cline dan Fray adalah memberikan pilihan bukan larangan. Apa salahnya mengganti kalimat larangan dengan sebuah kata yang positif. Mengganti larangan dengan kalimat mengajak anak untuk berfikir. Kita bisa menggunakan kalimat:

  1. Nak, apakah tidak sebaiknya menyelesaikan pekerjaan rumahmu dulu, atau kamu bermain tapi PR-mu tidak akan selesai?
  2. Ibu akan senang pergi bersamamu setelah kamu mandi.
  3.  Kamu boleh makan apa saja yang tersedia sekarang, atau kamu boleh menunggu dan melihat, apakah makanan berikutnya mengundang selera atau tidak.

Lanjut Cline dan Fray, dengan pertanyaan-pertanyaan tadi, anak hanya akan memiliki sedikit kesempatan untuk menentang. Mereka sibuk memikirkan beragam pilihan yang ditawarkan, dan konsekuensi apa yang muncul dari pilihan-pilihan tersebut. Dengan menggunakan kalimat berpikir, kita bisa menetapkan batas perilaku anak, tanpa memerintahkan secara langsung mengenai apa yang harus dilakukan.

Gambar dari sini

Bandung, 9 April 2013

5ef0e00a71973c7a4066affc1e2802c8

Time is Power

Pepatah arab mengatakan alwaktu atsmanu minadzahabi. Waktu lebih berharga daripada emas. Aku takkan merunutkan konsep atau esensi waktu yang begitu membuatku harus berpikir sedikit keras atau seberapa pentingnya waktu. Sudah jelas,aku takkan bisa mereguk waktu yang lalu. Dan bagiku waktu bagian dari nyawa manusia dan tiada yang paling berharga didunia ini selain waktu.

Justin-Timberlake-In-Time-Movie-Poster-420x623

Hal ini digambarkan dalam  dua film yang akhir-akhir ini kuputar yang kedua

Jam ini menunjukan waktu hidup yang manusia punya
Jam ini menunjukan waktu hidup yang manusia punya

kalinya.

Pertama, dalam film in-time besutan Andrew Niccole yang dirilis Tahun 2011. Diperankan oleh Justin timberlake dan Amanda Seyfried. Dalam film ini dikisahkan sekumpulan manusia telah mengalami perubahan genetik. Untuk mempertahankan hidup mereka bukanlah materi melainkan waktu. sebuah jam ditanam dilengannya untuk melihat waktu yang tersisa. jika seseorang memiliki waktu satu jam, jika mencapai nol maka waktu hidupnya akan berakhir. Oleh karena itu mereka bekerja dan beraktivitas hanya untuk mendapatkan beberapa waktu (bukan mendapatkan uang). Semua produktivitas dan transaksi ekonomi dilakukan dengan waktu.

Kedua,  film Click tahun 2006 yang diperankan oleh Adam Sandler, Starring Sandler, Kate Beckinsale dan cristopher Walken dan disutradai oleh Frank Coraci.

Dalam film ini dikisahkan michael Newman (Adam Sandler) seorang arsitek yang  berisitri Donna (Kate Beckinsale) dengan dua anak mereka Ben dan Samantha. Perhatian ke pada keluarga  Newman tersita oleh pekerjaannya yang super sibuk. Bisa dikatakan Newman seorang yang Workaholic. Bahkan di hari liburnya Newman masih menerima telp dari perusahaannya.

Universal Control Remote. Bisa mempercepat setiap aktivitas Newman

Universal Control Remote. Bisa mempercepat setiap aktivitas Newman

Suatu hari dia berbelanja ke sebuah supermarket mencari Universal Remote Control  untuk remot televisinya yang rusak. Sambil mencari dia menjatuhkan dirinya ke tempat tidur yang dipajang untuk dijual.  Seketika itu Newman melihat sebuah ruangan yang bertuliskan “Beyond” lalu dia memasuki ruangn tersebut dan bertemu dengan seorang yang misterius yang bernama Morty (Crishtoper Walken. Morty memberikan sebuah universal remot Control yang bbukan hanya untuk alat-alat elektronik, melainkan dia juga bisa untuk kehidupannya seperti Pause (membuat orang berhenti sejenak), Next (mempercepat aktivitasnya) dll.

clickHanya satu yang tidak bisa ia lakukan dengan remot tersebut yaitu mengulang kembali apa yang dia kerjakan. Dia terus mempercepat kehidupannya karena tidak mau diganggu oleh siapa pun termasuk keluarganya. Waktu berlalu, akhirnya remote tersebut rusak. secara otomatis remote tersebut mempercepat setiap aktivitasnya dengan kurun waktu tahunan. Ternyata tanpa disadari setiap Newman mempercepat aktivitasnya, hal-hal buruk terjadi. Menyadari hal tersebut Newman menyesali perbuatannya karena dia kehilangan istrinya yang menikah dengan orang lain. Anak-anaknya yang tidak peduli dengan Newman.

Menurutku inti dari kedua film ini adalah tidak menyia nyiakan waktu yang sedang berjalan sekarang. Kita tahu bahwa waktu bisa membunuh kita. Memanfaatkan dan bersyukur dengan segala yang kita punya. Apa yang aku punya saat ini sebenarnya bernilai: Diri kita, orang-orang di sekeliling yang mencintai atau membenci apalagi harta.

Bagaimana Tentang Anda, Sob?

I can tell you one thing, if i have long time, i’m not going to waste it. — Intime movie–  

* Gambar Diambil dari Sini , Sini juga , dan sana 🙂

TAE KAE NOI (PENGUSAHA MUDA)

top-secretBerdiri bulu kuduk saya saat melahap habis film Top Secret Billionire. Film ini sungguh menggetarkan semangat saya. Dikisahkan tentang Top Ittipat, seorang pemuda remaja yang terobsesi menjadi pengusah muda. Saat sekolah dia mempunyai hobi game online.

Suatu hari saat di kelas komputer semua temannya sedang memperhatikan

Awal mula Top ittipat menyukai jual beli

Awal mula Top ittipat menyukai jual beli

bidang studi tersebut, dengan santai dia main game. Tiba-tiba seorang temannya mengajak chat agar senjata yang dipakai dalam game tersebut dijual. Karena dengan    susah payah mendapatkan senjata tersebut harus menyelesaikan beberapa level, maka si Top menolak. Setelah tawar menwar cukup tinggi akhirnya Si top menjualnya dan mendapatkan uang cukup banyak.

Top Ittipat Tao Kae Noi Youngest Thai Billionaire Top Secret Movie SceneDari sanalah dia mulai “tekun” bermain game online dan menjual beberapa senjata-senjata game yang sulit didapatkannya itu. Senafas dengan itu, dia terobesi untuk mendapatkan uang lebih banyak dengan menjadi pengusaha muda. Dari uang itu ia bisa membeli sebuah mobil. Bahkan dia satu-satunya seorang pelajar yang memiliki mobil Walaupun ayah-ibunya tidak setuju dengan apa yang ia kerjakan, namun ia tetap melakukan hobinya itu. Namun sayang, akun game miliknya dibekukan karena dipakai untuk kepentingan komersial.

Pasca lulus SMS Orang tua Top keukeuh agar Top masuk kuliah di universitas negri. Sayangnya, dia tidak lulus. Namun Top memilih perguruan tinggi swasta walaupun dengan berat hati dia untuk meneruskan kuliah.

Suatu hari Top pergi ke salah satu toko elektronik. Dia masuk ke salah satu toko dan tertarik memiliki playstasion dan terjadi tawar menawar dengan harga yang lebih rendah. Tapi akhirnya dia memilih harga yang ditawarkan si penjual  dengan syarat mendapatkan dvd player terbaru.

Top Ittipat pernah ditipu penjual DVP player bajakan

Top Ittipat pernah ditipu penjual DVP player bajakan

Dua hari kemudian dia kembali dan membeli dvd player sebanyak 50 unit untuk reseller. Namun ternyata tertipu karena dvd tersebut bajakan dan tidak memiliki garansi. Disinilah Awal mula kegagalan Top.

Sebenarnya kuliah Top bisa dikatakan terganggu karena top hanya mengurusi bisnis  yang ingin ia usahakan. Saat pulang sekolah dia lapar dan ditengah jalan ia mampir ke sebuah food expo.Berbagai produk mesin makanan terdapat di sana. Dan ia tertarik untuk memiliki sebuah mesin pembuat makanan otomatis.

Perjuangan TOP di film ini terasa sekali. Ia mendapatkan pelajaran untuk

Top Ittipat pernah putus asa

Top Ittipat pernah putus asa

berusaha didapatkan langsung dari lapangan. Bermain-main di pasar hanya untuk meneliti sebuah produk makanan itu agar bisa diterima di pasaran. Perjuangan TOP dalam film ini penuh kegagalan, namun ia tidak menyerah meyakinkan dirinya utnuk terus berjuang. Kehilangan segalanya demi meraih apa yang ia cita-citakan.

Produk makanan cemilan yang masih dapat kita temukan ditoko-toko

Produk makanan cemilan yang masih dapat kita temukan ditoko-toko

Sampai akhirnya dia menekuni sebuah produk makanan rumput laut.  Hari ke hari Top menekuni olahan rumput laut yang sempat jatuh bangun mempertahankan bisnisnya itu supaya bisa masuk ke salah satu distributor makanan. Dengan dengan perjuangannya yang keras dan dibantu oleh pamannya, akhirnya ia mendapatkan apa yang menjadi cita-citanya. Sampai sekarang produk Rumput laut Top masih bisa kita temukan di toko-toko dengan merk “TAE KAE NOI”

“Jangan patah semangat apapun yang terjadi, jika kita menyerah, habislah sudah –TOP–“

Lantas, apa yang anda perjuangkan Sobat?

Gambar diambil dari Sini  Dari sini juga dan dari sana

Ketika Si Bayi Terkena Flu*)

foto di ambil dari female.kompas.comNama lain flu adalah influenza, common cold, batuk pilek, atau kadang, masuk angin. Biasanya penularan terjadi saat penderita awal terbatuk, bersin, dan terlontar melalui kontak tangan. Penyakit ini disebabkan oleh infeksi virus yang jenisnya sangat banyak, tetapi gejalanya mirip.

Diterangkan oleh dr Suririnah, dalam bukunya yang berjudul Buku Pintar Merawat Bayi 0-12 Bulan, mengatakan, gejala flu antara lain; batuk, pilek, bersin, nafsu makan menurun, nyeri bila menelan makanan, dan demam (biasanya tak lebih dari 38.5 derajat Celsius).

Flu sebenarnya bukan penyakit berbahaya, karena jarang menimbulkan komplikasi, meski disertai demam tinggi sekalipun. Namun, meski tidak berbahaya, bayi dan anak yang terkena flu akan cukup terganggu. Umumnya, anak jadi sulit tidur, tak mau makan, dan rewel. Perlu diwaspadai pula, jika kondisi daya tahan tubuh anak menurun, bisa terjadi komplikasi; pneumonia, bronkitis, infeksi telinga, sinus, atau hingga infeksi telinga tengah.

Dr Suririnah berbagi tips bagaimana menangani flu pada anak;
*  Pastikan si anak mendapat istirahat dan cairan yang cukup. Beri ASI atau susu sesering mungkin, atau makanan padat (jika sudah mulai), seperti sup dan buah-buahan untuk tambahan cairan.

* Untuk bayi yang kurang dari 6 bulan, bantu bayi mengeluarkan ingus dengan alat penyedot ingus yang banyak di pasarran.

* Bantu ia mengeringkan lendir di daerah kepala dengan meletakkan selimut yang dilipat di antara kasur dan ranjangnya di bagian kepala, agar posisi kepala lebih tinggi.

* Perlu diketahui, bahwa penyebab flu adalah virus, dan tidak akan bereaksi dengan antibiotika. Dokter baru akan memberi antibiotika jika sudah terjadi komplikasi infeksi bakteri, seperti radang paru-paru atau infeksi telinga.

* Periksa suhu tubuh bayi dengan termometer khusus untuk memastikan suhunya tetap dalam kondisi yang baik.

Bayi baru lahir sering bersin untuk mengeluarkan sisa lendir dan sebagai reaksi tubuh untuk membersihkan jalan napas yang teriritasi. Keadaan ini normal, dan bukan tanda-tanda flu. Namun, jika Anda merasa ada keraguan, sebaiknya selalu konsultasikan dengan dokter anak kepercayaan Anda.

*)tulisan diambil dari http://female.kompas.com

Engkau PENULIS yang MANA?

Ada penulis pena terlena

: Setiap saat asyik berkarya

Selalu lupa pada pembaca

Merasa karya enak dibaca

 

Ada penulis pena perdana

: suatu saat menghasilkan karya

Setelah itu tak terdengar nama

Karya pertama dan satu-satunya

 

Ada penulis pena terpana

: Setiap saat asyik bertanya

Mengumpulkan karya sejumlah penulis ternama

Tapi hanya terbuai angan belaka

 

Ada penulis pena terhina

: Setiap saat dicerca naskahnya

Tiada pernah ia beranjak sempurna

Karena ia tidak pernah tahu menulis untuk apa

 

Ada penulis pena merana

: Setiap saat mengeluh menderita

Beridealisme tanpa rencana

Menulis tak dihargai tak semestinya

 

Ada penulis pena durjana

: setiap saat mencari celah

Plagiat karya berpuluh jumlah

Naskah orang di bubuhi namanya

 

Ada penulis pena berdana

: setia saat berobsesi bernama

Terpikat penerbitan swakelola

Menerbitkan sendiri siapa sangka

 

Ada penulis pena kelana

: setiap saat entah pergi kemana

Backpaker sebutan mengena

Menulis dimana saja dan apa saja

 

Ada penulis pena bahana

: setiap saat menajamkan karya

Tidak berkompromi dengan kualitas rendah

Setiap naskah mengejutkan dunia

 

Ada penulis pena bermakna

: Setiap saat merenungi cinta

Mengikat makna amat sempurna

Karyanya mulia bertenaga

 

Engkau penulis yang mana?

Aku penulis bukan apa-apa, Na.

 

Dikutip dari buku Bambang Trim, The art of stimulating Idea. Hal: 193

ketikankunet

Ini tempatku, mana tempatmu?

FOTO BLOG

A fine WordPress.com site

Ruang Tinta

Membaca Bahasa di Ruang Tinta

Ruang Cerita

"Setiap Orang, Setiap Cerita"

pengikatsurga

menuliskan peradaban

Koidatul Lisa

" in a day, when you don't come across any problems, you can be sure that you are traveling in a wrong path"

M O R E T A

LAKSANAKAN KATA HATIMU

Muhammadrasyidridho's Blog

Kehidupan adalah universitas terdahsyat

Azizah SL

Membumikan Kata, Melangitkan Cerita

Bundadontworry's Blog

kedamaian hati ada dalam rasa syukur.

Padepokan Budi Rahardjo

belajar untuk menjadi manusia ...

Ridho Dan Bukunya

Membuka Dunia Dengan Membaca

Membaca Rindu

sebab menulis adalah kata kerja

Journey of Sinta Yudisia

Writing is Healing. I am a Writer & Psychologist.

Look, Think and Write

Blognya Izzawa

Penganyam Kata

works by Daniel Mahendra