Ramadhan Terakhir Ludwig

Judul               : Ramadhan Terakhir Ludwig

Penulis             : Mahab Adib-Abdillah

Penerbit           : Diva Press

Cetakan           : Ke-1, Maret 2013

Halaman          : 349 Hal

Peresensi        : Mufti Aqosiya

 Rey, bernama lengkap Kirayla Ayunda Hasnawati. Seorang perempuan yang berprofesi sebagai seorang fotografer profesional di salah satu majalah potret Nasional di ibukota. Sebagai salah satu di antara 100 fotografer terbaik, Rey bekerja secara professional. Profesinya itu menuntut dia bertugas ke beberapa luar pulau di Indonesia. Sejak mulai kerja di kantor tersebut Rey sudah ditugaskan ke Pulau Komodo, Bali, Kalimantan dll.

Suatu hari saat bertugas di salah satu Taman nasional komodo, Rey meminta tolong kepada seorang turis asing untuk memfoto Rey bersama teman-temannya. Sampai mereka mewawancarai bule tersebut tentang kisah perjalanannya yang menakjubkan. Dari menumpang bus malam dari Denpasar ke Bima, lalu dari Bima ke Labuan Bajo, hingga sampai bertemu mereka di pulau komodo. Tak disangka pria bule yang dipanggil Moza itu mulai akrab dengan Rey.   Kedekatan itu berlanjut pada beberapa kejadian di mana Rey semakin intens bertemu dengan Moza di beberapa tempat. Dengan sadar ada sebuah perasaan berbeda yang larut di hati Rey terhadap Moza. Akhirnya terjadi sebuah hubungan yang berujung pada keputusan untuk menikah.

Hubungan mereka sebenarnya tidak disetujui oleh Ibu Rey. Mengingat almarhum ayahandanya seorang ulama, maka ibunya menginginkan orang yang mengerti agama pula. Hal itu semakin membuat Rey pesimis akan penerimaan keluarganya terhadap Moza yang notabene seorang bule non muslim.  Untungnya, Moza tertarik dengan Islam dan menjadi seorang mualaf.

Cover Ramadhan terakhir Ludwig

Cover Ramadhan terakhir Ludwig

Bertahun menjalin keluarga mereka di karunia seorang anak bernama Ludwig. Pekerjaan sebagai Fotografer masih dijalani Rey. Terlebih fotografi merupakan passionnya. Tugas ke luar pulau masih Rey jalani dengan baik. Hingga suatu saat rey ditugaskan ke pulau Kalimantan. Dari sanalah runtutan kejadian yang tak diduga mulai terjadi. Ludwig yang tersesat, Moza yang masih meninggal saat kecelakaan di pesawat bersama Ishac, bossnya Rey. Dan ada pula hak yang tak terduga ada di akhir novel ini.

 

Novel ini memberikan inspirasi bahwa sedekat apapun, secinta apapun terhadap seseorang, pada akhirnya kita akan kehilangannya. Selain itu, novel ini mengenalkan beberapa kawasan wisata yang ada di Indonesia yang (mungkin) belum kita tahu. Beberapa daerah kepulauan lain dikenalkan di dalam novel ini.

Sebagai pembaca awam, sayangnya kedekatan antara Ludwig dan Rey sebagai ibunya kandungnya kurang terasa dekat. Akan lebih terasa dekat seandainya ada dialog atau kehangatan-kehangatan momen tertentu antara Rey dan Ludwig ditampilkan. Misalkan, kejenakaan Ludwig saat masih kecil ataupun hal yang tidak bisa dilupakan dari Ludwig.  Sehingga,  saat kehilangan Ludwig pembaca turut merasakan emosi bagaimana kehilangan seorang anak. Terlepas dari kekurangan tersebut, novel ini memberikan spirit untuk selalu percaya bahwa semuanya, baik atau buruk, sudah diatur sedemikian rupa.

*) di resensi di Dakwatuna(dot)com pada tanggal 10 April 2013

5ef0e00a71973c7a4066affc1e2802c8

Iklan

Keajaiban Rezeki dalam Cerita

RESENSI

Judul Buku     : Keajaiban Rezeki (sebuah novel)DSC06346

Penulis            : Tasaro Gk

Penerbit           : Mizania

Cetakan           :  ke-1, Februari 2013

Halaman          : 373 Hal.

                        “Orang-orang berotak kiri itu tidak percaya terhadap keajaiban-keajaiban. Orang kiri berpikir, ‘kaya dulu, baru sedekah, baru Umrah’. Mereka Punya prinsip, ‘Mapan dulu, baru menikah, baru punya anak’; ‘cukup dulu, baru berbakti ke pada orang tua’. Orang-orang otak kanan beda lagi, Mas. Mereka yakin, bersedekah dulu, baru rezeki berlimpah. Menikah dulu, baru rezeki berlebih”

Itulah salah satu petikan novel keajaiban Rezeki karya Tasaro Gk. Novel ini memang terinspirasi dari konsep otak kanan (keajaiban Rezeki) yang dikenalkan oleh Ippho “Right” Santosa. Tak heran bila di dalamnya Tasaro Gk mengulas kembali secara berbeda tentang otak kanan ke dalam sebuah cerita.

Dimulai dengan Kisah lima orang sahabat dekat yaitu Bas seorang Comic stand-up comedy, Habbar seorang kolumnis sebuah media Massa, Ats juragan toko buku, Adon seorang Penyulih suara dan Gangsa seorang eksekutif.  Mereka tinggal satu atap di sebuah Villa kayu di dataran tinggi Lembang.  Kehidupan yang di jalani mereka berbeda-beda, namun punya satu rahasia yang dilakukan setiap malam minggu. Rahasia yang bisa membuat mereka saling melengkapi satusama lain.

Suatu hari, secara serentak mereka dihadapkan dengan kejadian-kejadian yang membuat cara berpikir mereka berubah. Shekina, seorang gadis misterius yang menarik perhatian bas karena selalu hadir dalam penampilan Bas saat stand-up comedy,  membuat dirinya sangat penasaran terhadap si gadis yang tidak pernah pindah dari tempat duduknya yang bernomor 13. Bas mencari tahu siapa gadis itu hingga akhirnya kedekatan terjalin diantara mereka. Bram, temannya Bas memperingatkan untuk menjauhi gadis itu namun Bas tidak ambil pusing. Dan sesuatu yang membuat  Bas tercengang terjadi.

Sementara itu Gangsa yang bertemu dengan pengusaha di sebuah kereta. Gangsa pun pernah ditipu hingga membuat dia down karena uang ratusan Euro dibawa kabur oleh upliner. Juga tak kalah menarik apa yang dihadapi tokoh-tokoh lainnya, seperti Ats yang tak pernah menyangka didatangi tamu tengah malam, Adon yang (diam-diam) masuk ke sebuah komunitas dan habbar yang selalu mendapat terror lewat pesan email dan facebook.  Ada dalang dibalik semua kejadian mereka. Orang-orang yang dipertemukan dengan lima bujangan itu ternyata mempunyai misi yang sama.

Seperti beberapa novel  best-seller Tasaro Gk sebelumnya, alur novel keajaiban Rezeki akan membuat pembaca penasaran dari lembar ke lembar. Beberapa dialog yang penuh motivasi secara eksplisit memberikan inti dari keajaiban rezeki. selain itu, kisah persahabatan mereka sangat menginspirasi. Pembaca pun akan diajak menyusuri beberapa warisan para nabi.

Meskipun novel ini memang begitu kentara dengan “otak kanannya” Iphho. Namun tidak menghilangkan sedikit pun kekhasan diksi Tasaro Gk dalam menyajikan keajaiban rezeki dari  angel yang berbeda. Membaca  novel ini (setidaknya) akan membangkitkan semangat kaula muda untuk segera beranjak dari kegalauannya..

*) Diresensi di Dakwatuna.com

5ef0e00a71973c7a4066affc1e2802c8

[DIRESENSI WASATHON.COM] Belajar Hidup Dari Pembuat Keajaiban

Judul               : Para Pembuat Keajaiban

Penulis             : Atih Ardiansyah

Penerbit           :Buku Biru

Cetakan           : ke-1, Desember 2012

Halaman          : 152 hal

 DSC06334

            “Bapak jualan Bakso, demi menyambung hidup keluarga. Bapak jalani dengan suka cita. Toh, mau suka ataupun duka, tetap saja bapak ini tukang bakso. Uang atau rizki tidak akan datang kalau tidak dicari” Ujar tukang bakso Bijak. Kenapa aku mesti kalah sama tukang bakso? Kenapa aku menjadi tersiksa dengan keadaanku sekarang ini? Bukankah hidup untuk dinikmati, bukan untuk diratapi apalagi ditakuti?

Penggalan cerita di atas berjudul  Dari bibirnya Ada Senandung yang  merupakan salah satu diantara beberapa kisah yang dikutip dari buku Para Pembuat Keajaiban.  Keajaiban; Kedatangannya kadang tak terduga namun bisa membuat kita sadar bahwa keajaiban itu ada. Memang seperti itulah keajaiban, Setiap orang menantinya namun tak semua orang mendapatkannya, karena tak banyak pula yang menyadari bahwa keajaiban tidak selalu dari hal yang super –duper besar dan  menakjubkan, justru dari hal sederhana inilah kadang terabaikan.

Dalam buku kumpulan kisah ini, perjalanan hidup Fatih dimulai dari SMP hingga menjadi seorang mahasiswa di universitas Padjadjaran yang selalu dipertemukan dengan orang-orang (kejadian) sederhana namun berpengaruh luarbiasa dalam kehidupannya. Seperti memaknai hidup dari tukang tali Sepatu,  pengutang yang bijak, Penjual Bakso, mengambil pelajaran rumah tangga dari  kisah suami istri yang hendak cerai, merasakan kesungguhan seorang teman yang berdoa untuk anaknya kelak dan paling menarik dari kisah-kisah dalam buku ini adalah tentang seorang anak dan ayahnya yang sempat kaget ketika tiba di pesta  undangan  salah satu koleganya yang menyajikan standing Party. Karena mempunyai sebuah prinsip, kedua orang tersebut rela duduk di lantai dan menjadi pusat perhatian orang.  Serta masih banyak beragam cerita lainnya yang tak kalah menarik.

Buku ini menyentuh kalbu. Dikemas dalam bahasa yang lugas dan sederhana. Setiap kejadian dari beberapa kisah dalam buku ini  akan membuat pembaca sejenak merenung karena tidak terkesan mengajari. Pembaca pun akan dibawa masuk  kedalam cerita yang disajikan dalam buku ini.

Walaupun salah satu kekurangan buku ini tidak adan profil penulis, namun tidak mengurangi  nilai-nilai keajaiban itu sendiri yaitu cinta, motivasi, perilaku atau prinsip hidup yang terkandung di dalamnya. Sangat cocok untuk para perindu keajaiban.

*Gambar diambil dari dokumentasi pribadi

** Bisa dilihat di sini

Time is Power

Pepatah arab mengatakan alwaktu atsmanu minadzahabi. Waktu lebih berharga daripada emas. Aku takkan merunutkan konsep atau esensi waktu yang begitu membuatku harus berpikir sedikit keras atau seberapa pentingnya waktu. Sudah jelas,aku takkan bisa mereguk waktu yang lalu. Dan bagiku waktu bagian dari nyawa manusia dan tiada yang paling berharga didunia ini selain waktu.

Justin-Timberlake-In-Time-Movie-Poster-420x623

Hal ini digambarkan dalam  dua film yang akhir-akhir ini kuputar yang kedua

Jam ini menunjukan waktu hidup yang manusia punya
Jam ini menunjukan waktu hidup yang manusia punya

kalinya.

Pertama, dalam film in-time besutan Andrew Niccole yang dirilis Tahun 2011. Diperankan oleh Justin timberlake dan Amanda Seyfried. Dalam film ini dikisahkan sekumpulan manusia telah mengalami perubahan genetik. Untuk mempertahankan hidup mereka bukanlah materi melainkan waktu. sebuah jam ditanam dilengannya untuk melihat waktu yang tersisa. jika seseorang memiliki waktu satu jam, jika mencapai nol maka waktu hidupnya akan berakhir. Oleh karena itu mereka bekerja dan beraktivitas hanya untuk mendapatkan beberapa waktu (bukan mendapatkan uang). Semua produktivitas dan transaksi ekonomi dilakukan dengan waktu.

Kedua,  film Click tahun 2006 yang diperankan oleh Adam Sandler, Starring Sandler, Kate Beckinsale dan cristopher Walken dan disutradai oleh Frank Coraci.

Dalam film ini dikisahkan michael Newman (Adam Sandler) seorang arsitek yang  berisitri Donna (Kate Beckinsale) dengan dua anak mereka Ben dan Samantha. Perhatian ke pada keluarga  Newman tersita oleh pekerjaannya yang super sibuk. Bisa dikatakan Newman seorang yang Workaholic. Bahkan di hari liburnya Newman masih menerima telp dari perusahaannya.

Universal Control Remote. Bisa mempercepat setiap aktivitas Newman

Universal Control Remote. Bisa mempercepat setiap aktivitas Newman

Suatu hari dia berbelanja ke sebuah supermarket mencari Universal Remote Control  untuk remot televisinya yang rusak. Sambil mencari dia menjatuhkan dirinya ke tempat tidur yang dipajang untuk dijual.  Seketika itu Newman melihat sebuah ruangan yang bertuliskan “Beyond” lalu dia memasuki ruangn tersebut dan bertemu dengan seorang yang misterius yang bernama Morty (Crishtoper Walken. Morty memberikan sebuah universal remot Control yang bbukan hanya untuk alat-alat elektronik, melainkan dia juga bisa untuk kehidupannya seperti Pause (membuat orang berhenti sejenak), Next (mempercepat aktivitasnya) dll.

clickHanya satu yang tidak bisa ia lakukan dengan remot tersebut yaitu mengulang kembali apa yang dia kerjakan. Dia terus mempercepat kehidupannya karena tidak mau diganggu oleh siapa pun termasuk keluarganya. Waktu berlalu, akhirnya remote tersebut rusak. secara otomatis remote tersebut mempercepat setiap aktivitasnya dengan kurun waktu tahunan. Ternyata tanpa disadari setiap Newman mempercepat aktivitasnya, hal-hal buruk terjadi. Menyadari hal tersebut Newman menyesali perbuatannya karena dia kehilangan istrinya yang menikah dengan orang lain. Anak-anaknya yang tidak peduli dengan Newman.

Menurutku inti dari kedua film ini adalah tidak menyia nyiakan waktu yang sedang berjalan sekarang. Kita tahu bahwa waktu bisa membunuh kita. Memanfaatkan dan bersyukur dengan segala yang kita punya. Apa yang aku punya saat ini sebenarnya bernilai: Diri kita, orang-orang di sekeliling yang mencintai atau membenci apalagi harta.

Bagaimana Tentang Anda, Sob?

I can tell you one thing, if i have long time, i’m not going to waste it. — Intime movie–  

* Gambar Diambil dari Sini , Sini juga , dan sana 🙂

TAE KAE NOI (PENGUSAHA MUDA)

top-secretBerdiri bulu kuduk saya saat melahap habis film Top Secret Billionire. Film ini sungguh menggetarkan semangat saya. Dikisahkan tentang Top Ittipat, seorang pemuda remaja yang terobsesi menjadi pengusah muda. Saat sekolah dia mempunyai hobi game online.

Suatu hari saat di kelas komputer semua temannya sedang memperhatikan

Awal mula Top ittipat menyukai jual beli

Awal mula Top ittipat menyukai jual beli

bidang studi tersebut, dengan santai dia main game. Tiba-tiba seorang temannya mengajak chat agar senjata yang dipakai dalam game tersebut dijual. Karena dengan    susah payah mendapatkan senjata tersebut harus menyelesaikan beberapa level, maka si Top menolak. Setelah tawar menwar cukup tinggi akhirnya Si top menjualnya dan mendapatkan uang cukup banyak.

Top Ittipat Tao Kae Noi Youngest Thai Billionaire Top Secret Movie SceneDari sanalah dia mulai “tekun” bermain game online dan menjual beberapa senjata-senjata game yang sulit didapatkannya itu. Senafas dengan itu, dia terobesi untuk mendapatkan uang lebih banyak dengan menjadi pengusaha muda. Dari uang itu ia bisa membeli sebuah mobil. Bahkan dia satu-satunya seorang pelajar yang memiliki mobil Walaupun ayah-ibunya tidak setuju dengan apa yang ia kerjakan, namun ia tetap melakukan hobinya itu. Namun sayang, akun game miliknya dibekukan karena dipakai untuk kepentingan komersial.

Pasca lulus SMS Orang tua Top keukeuh agar Top masuk kuliah di universitas negri. Sayangnya, dia tidak lulus. Namun Top memilih perguruan tinggi swasta walaupun dengan berat hati dia untuk meneruskan kuliah.

Suatu hari Top pergi ke salah satu toko elektronik. Dia masuk ke salah satu toko dan tertarik memiliki playstasion dan terjadi tawar menawar dengan harga yang lebih rendah. Tapi akhirnya dia memilih harga yang ditawarkan si penjual  dengan syarat mendapatkan dvd player terbaru.

Top Ittipat pernah ditipu penjual DVP player bajakan

Top Ittipat pernah ditipu penjual DVP player bajakan

Dua hari kemudian dia kembali dan membeli dvd player sebanyak 50 unit untuk reseller. Namun ternyata tertipu karena dvd tersebut bajakan dan tidak memiliki garansi. Disinilah Awal mula kegagalan Top.

Sebenarnya kuliah Top bisa dikatakan terganggu karena top hanya mengurusi bisnis  yang ingin ia usahakan. Saat pulang sekolah dia lapar dan ditengah jalan ia mampir ke sebuah food expo.Berbagai produk mesin makanan terdapat di sana. Dan ia tertarik untuk memiliki sebuah mesin pembuat makanan otomatis.

Perjuangan TOP di film ini terasa sekali. Ia mendapatkan pelajaran untuk

Top Ittipat pernah putus asa

Top Ittipat pernah putus asa

berusaha didapatkan langsung dari lapangan. Bermain-main di pasar hanya untuk meneliti sebuah produk makanan itu agar bisa diterima di pasaran. Perjuangan TOP dalam film ini penuh kegagalan, namun ia tidak menyerah meyakinkan dirinya utnuk terus berjuang. Kehilangan segalanya demi meraih apa yang ia cita-citakan.

Produk makanan cemilan yang masih dapat kita temukan ditoko-toko

Produk makanan cemilan yang masih dapat kita temukan ditoko-toko

Sampai akhirnya dia menekuni sebuah produk makanan rumput laut.  Hari ke hari Top menekuni olahan rumput laut yang sempat jatuh bangun mempertahankan bisnisnya itu supaya bisa masuk ke salah satu distributor makanan. Dengan dengan perjuangannya yang keras dan dibantu oleh pamannya, akhirnya ia mendapatkan apa yang menjadi cita-citanya. Sampai sekarang produk Rumput laut Top masih bisa kita temukan di toko-toko dengan merk “TAE KAE NOI”

“Jangan patah semangat apapun yang terjadi, jika kita menyerah, habislah sudah –TOP–“

Lantas, apa yang anda perjuangkan Sobat?

Gambar diambil dari Sini  Dari sini juga dan dari sana

Jejak dan Waktu

waktu Setelah beberapa Minggu , surat dari ayah menanti di depan pintu. Aku memungutnya dan masuk ke kamar. Kembali duduk di atas kasur yang selama dua hari ini kutinggalkan dan meletakan Tas Ransel di sisiku. Perlahan mengatupkan mata dan helaan nafas membuat bayangan taman eidelweiss kembali terpotret dalam ingatanku. Surat itu kubuka.

Hujan lebat..

Ayyash, kita berjalan di dalam waktu. Dia tak pernah luput mengikuti langkah selama nafas berhembus. Dan waktu pun melaju dengan sendirinya tanpa menghiraukan siapa yang hawatir terhadanya. Maka, berdiam diri bukanlah suatu hal yang baik yang harus kamu lakukan.

Apakah kamu pernah mendengar Aristotle berkata bahwa tiadalah waktu hadir  kecuali untuk perubahan. Bahkan Cooper menjelaskan bahwa kata change (perubahan)  berasal dari bahasa inggris kuno yang berarti “untuk menjadi”. Ini saatnya kita bertanya, mau menjadi apa diri kita?

Saat kecil, kamu pernah menginginkan mejadi Dokter. Tak lama kemudian kamu ingin jadi Presiden sekaligus Astronot. Seiring bertambah dewasa, keinginan itu lambat laun berubah drastis. Hingga akhirnya kamu menemukan apa yang terbaik untukmu.  Oh, ya bagaimana rencanamu pergi ke Tibet? Semoga tak sesulit yang kamu bayangkan.

Memang kita memerlukan sebuah perjalanan untuk energi baru. Kita memerlukan gizi dengan menemukan sesuatu hal yang baru dari sebuah perjalanan. Beberapa hikmah mungkin tak sengaja akan kautemui dan selanjutnya akan menjadi energi positif untukmu.

Ada yang menarik saat kita melangkah dalam kehidupan ini, Ayyash: membantu orang untuk menemui jatidirinya. Ajarkan kepada mereka yang belum mengetahui siapa diri mereka. Beritahu orang di sekelilingmu bahwa ada kekuatan besar yang masih tersimpan. Kabarkan bahwa di ujung sana ada sebuah taman indah untuk orang-orang yang senantiasa melakukan perubahan untuk dirinya dan orang lain.

Namun peringatkan pula, sebelum sampai pada Taman itu ada sebuah batu besar yang menghalangi. Tak usah khawatir, kaubisa menemukan jalannya sendiri saat keberanianmu muncul. Jika keberanianmu lebih besar daripada batu itu, maka tunggulah kamu akan tahu apa yang harus kamu lakukan.

Terakhir, rebutlah hari kemarin dengan kebaikan hari ini. Dan buatlah hari  esok lebih baik dari hari

*Gambar dari sini

Jeli sejenak

 

gambar diambil dari rendyanggara.wordpress.com

Sepucuk surat yang kunantikan sudah tiba. Walaupun saat ini mudah untuk  mengirim pesan via email dalam hitungan detik, namun tulisan tangan Ayah adalah energi yang serta merta membuang semua keluhku. Aku membukanya perlahan.  Rasa rindu akan energi tulisannya sudah bergumul setip saat.

Ayyash, aku selalu berdoa untuk kebaikanmu. Maka  aku yakin bahwa kau sedang baik-baik dan harus baik-baik walaupun (jika ada) satu haru yang kau sembunyikan.

Ayyash, pernakah kau tahu ada sesuatu di sekeliling kita yang begitu banyak orang mencarinya? Banyak orang mendambakannya? Banyak orang rela membuang rasa malunya demi mendapatkan sesuatu berharga itu? Tahukah kau apa itu?

Uang? Bisa jadi. Tapi bukan segalanya. Jabatan? Mungkin Iya. Tapi terlalu sempit jika hidup hanya untuk mengejarnya. Wanita? Mungkin aku setuju. tapi itu pun bukan yang kita tuju. Aku akan menceritakan suatu kisah tentang seekor lumba-lumba kecil padamu.

Di sebuah laut lepas, hidup seekor lumba-lumba kecil yang tak punya keluarga. Ayah-ibu Si lumba-lumba kecil sudah tiada. Walaupun  lumba-lumba kecil  sempat iri dengan beberapa keluarga lengkap lainnya, namun Ia percaya bahwa tidak semata-mata dewa laut menakdirkannya hidup tanpa ayah dan ibunya, kecuali akan ada takdir baik yang menyapanya.  Si lumba-lumba kecil belajar mengarungi hidup dengan banyak belajar kepada ikan-ikan di sekelilingnya tentang mempertahankan hidup.

Suatu hari ketika sedang mencari makan, secara tak sengaja Ia mendengar beberapa ekor paus yang berbincang mengenai air. Air sebagai kehidupan dan kebahagiaan semua ikan.

“Air?” si lumba-lumba kecil penuh tanya. Karena sepanjang hidup, kata “aIr” baru Ia dengar saat ini. Si lumba-lumba kecil tidak lantas  menanyakan lebih lanjut tentang air. Sejurus kemudian  Ia melanjutkan mencari makan.

Selama perjalanannya, kata air begitu lekat dalam benaknya.

“Air, air, air. Ikan seperti apakah air itu” pertanyaan itu kini mulai meluapNamun apa daya, Ia tak berani menanyakan lagi kepada si paus yang mengerikan itu. Maka Ia memtuskan untuk bertanya pada ikan-ikan yang Ia temui.

“apakah kau tahu air?” tanyanya ke pada seeokor ikan Tuna.

“candaan yang tak lucu” Jawab ikan itu sambil berlalu.Si lumba-lumba kecil hendak menyusul, namun Ia urung karena mungkin Ia bisa mendapatkan jawaban dari ikan lainnya.

Sayangnya, Si lumba-lumba kecil  tak mendapatkan jawaban yang pasti Sepanjang bertemu dengan beberapa ikan. Rasa penasaran makin bergumul di dadanya. Ada satu ikan yang memberitahu jika Ia ingin jawaban yang pasti, yaitu  bertemu dengan seekor ikan bijak di sebelah selatan samudera dan jarak dari tempatnya kini cukup jauh.

Dengan penuh keberanian maka Ia putuskan untuk   mencari si ikan bijak itu.

Kubuka lembaran kedua.

Berpuluh-puluh kilometer Ia arungi samudera. Itu pun tak mudah. Bahaya mengancam setIap perjalanan. Namun Ia hadapi dengan penuh keberanian dan keyakinan. Sampai akhirnya Ia bisa menemukan si ikan bijak itu.

“Apa yang kau inginkanlumba-lumba kecil?” si ikan bijak itu ternyata sudah tua.

“Aku ingin mencari di mana air itu berada. Yang kata semua ikan adalah sumber kehidupan kita?” jawab si lumba-lumba.

Si ikan bijak  tertawa terbahak. Lalu secara tiba-tiba menghentikan tawanya. “Benar kau ingin tahu?”

“Berpuluh kilometer aku menemuimu untuk mendapatkan jawaban itu”

“Baiklah. Perhatikan baik-baik. Apakah kau menyadari kau hidup karena apa?”

“aku…aku karena laut.”

Ikan bijak itu tertawa lebih lepas. “Bodoh! Laut hanyalah tempat kau berpijak wahai lumba-lumba kecil. Air yang kau cari adalah yang kau hirup selama ini. Air yang kau tanyakan adalah yang membuatmu bisa bertanya padaku dan bertemu denganku sampai saat ini.”

Awalnya si lumba-lumba kecil tak percaya. Namun Ia teringat pesan ikan yang Ia temui bahwa apa yang dikatakan si ikan bijak harus Ia percayai. Si lumba-lumba kecil sesaat tertunduk. Lalu Ia menyeringai ke arah si ikan bijak.

“Terimakasih ikan bijak atas jawabanmu.” Ia  hendak pulang walau belum puas dengan jawabannya.

“lumba-lumba keci!l” Ia tertahan oleh suara panggilan. “Sumber kehidupanmu ada di sekelilingmu. Jelilah, maka kau akan bahagia”. Si ikan bijak tersenyum. Si lumba-lumba pun kembali pulang menjemput kebahagIaan yang Ia dambakan.

Ku kira sudah habis. Ada sisa satu lembar lagi yang tertinggal di dalam amplop.

Ayyash, sebenarnya kebahagian itu ada di sekelilingmu. Orang-orang di sekitarmu adalah sumber kebahagiaan. Materi bukanlah tolak ukur kau meraihnya. Membahagiakan saat kau sedang berduka adalah mulia. Walaupun hanya dengan senyum. Jika hal yang kecil saja bisa membuat orang di sekelilingmu bahagia, maka Tuhan pun akan memberimu sesuatu yang berlimpah melebihi senyum yang kau berikan.

Ayyash, apa yang kau tanam adalah apa yang kau tunai. Bersegeralah menanam sesuatu yang bisa membuatmu bahagia kelak.

Ada yang mengalir di sudut mataku. Terima kasih ayah. Aku akan menjemput kebahagiaan itu. Aku masih ingin merindui catatan-catatanmu. Tuhan, terimaksih. Kau memberi aku hati agar aku tidak mati.

-Bogor, 9 November 2012-

 

 

ketikankunet

Ini tempatku, mana tempatmu?

Ayumie blog

Aku bukanlah penulis, aku hanya merangkai kata-kata yang ber-kerumun di kepalaku.

FOTO BLOG

A fine WordPress.com site

Ruang Tinta

Membaca Bahasa di Ruang Tinta

Yesterday

Menyelami yang lampau

dediwiyanto

semangat berkelanjutan

pengikatsurga

menuliskan peradaban

Koidatul Lisa

" in a day, when you don't come across any problems, you can be sure that you are traveling in a wrong path"

M O R E T A

LAKSANAKAN KATA HATIMU

Muhammadrasyidridho's Blog

Kehidupan adalah universitas terdahsyat

Azizah SL

Membumikan Kata, Melangitkan Cerita

Sekedar Menuruti Kata Hati

Software, Aplikasi Komputer, Tips dan Tricks, Tutorial Photoshop

Bundadontworry's Blog

kedamaian hati ada dalam rasa syukur.

Padepokan Budi Rahardjo

belajar untuk menjadi manusia ...

Ridho Dan Bukunya

Membuka Dunia Dengan Membaca

Membaca Rindu

sebab menulis adalah kata kerja

Journey of Sinta Yudisia

Writing is Healing. I am a Writer & Psychologist.

Look, Think and Write

Blognya Izzawa