Nikah (pake) Muda Satu, Pak!

Jujur aja, pengen nikah ya he? ayolah jangan malu-malu. Mungkin jawabannya bervariasi. Mau tapi nunggu dulu sukses, nunggu dulu lulus kuliah, nuggu dulu kakak saya,  dan banyak lagi. Udah nikah?syukur deh kalau udah

Itu sih pilihan, dan sobat-sobat yang tahu alasannya sendiri. Tapi untuk saya  pribadi, mengambil keputusan nikah itu tertulis begitu saja di dalam target. Di usia yang sangat muda,  21 tahun saya  sudah menikah. Tanpa paksaan, tanpa  apapun pokoknya sudah bulat waktu itu pengen nikah. Karena biasanya nikah muda identik dengan married by accident (MBA). Naudzubillahimindzalik. tapi beneran lho, nggak hanya sekali pernyataan MBA terlontar pada saya ketika orang yang  duduk bersebelahan di Bis kota

“ke mana, De?” Tanya seorang Bapak

“ke Bogor,Pak”

“ Bogor, nya di mana?’

“Sentul, Pak”

“ Main?”

“Enggak , mengunjungi istri”

“Istri?” Dia mengernyitkan kening “ udah  nikah ya?” lanjutnya

“sudah. Kenapa gitu, pak”

“enggak, kirain masih sekolah. Masih kelihatan muda “

Emang gua baby face. Batinku dalam hati

Gambar Koleksi Pribadi

Gambar Koleksi Pribadi

Ceritanya Istri saya kuliah di Bogor,  hal itu memang sempat jadi pertimbangan apakah saya yakin dengan keputusan itu. Bukankah setelah menikah itu hidup bersama dalam rumah tangga agar terjalin komunikasi yang baik.  Sempat saya berpikir istri untuk kuliah di bandung, tapi amat disayangkan karena sudah satu tahun menjalani masa perkuliahan dan istripun sudah cocok dengan perkuliahannya. Saya tidak bisa memaksa, akhirnya saya bertawakal dan siap menjalani apapun.

Untuk bab munakahat (pernikahan) memang sudah saya  target. Waktu itu saya targetkan semester 6 saya udah nikah. Alhamdulilah diakhir semester 6 ternyata allah mengabulkan do’a saya.  Pernikahan bukanlah jalan akhir dari sebuah keputusan, justru permulaan mencapai kehidupan itu –sejauh yang saya alami- dari pernikahan.

Alhamdulilah Ketika mengajukan permintaan tersebut orang tua mengijinkan. Walaupun beberapa tanggapan dari beberapa saudara “ah, pentil keneh”  tapi tekad saya sudah bulat untuk menikah. Karena saya yakin berada dijalan yang benar.

Intinya saya meyakinkan diri bahwa “Jangan takut,”. Karena  Masalah rizki udah ada Allah yang ngatur. Asalkan jangan main-main aja. Serius. Kalau setengah-setengah segera mantapkan hati ke allah.  Saya juga pernah mengalami beberapa kehawatiran dan ketakutan. Tapi kalau niatnya bener pengen ibadah, insya Allah mudah.

Saya pernah diingatkan oleh sahabat saya yang sudah nikah duluan di usia muda, beliau bilang bahwa menikah kalau niatnya buat  HANYA sekadar seks maka akan dipastikan  cepet bosan. Tapi kalau buat  ibadah segalanya akan berbuah indah.

Janji Allah dan Rosul itu enggak pernah  ingkar, sob. “Dan nikahilah orang-orang yang sedirian diantara kamu, dan orang-orang yang layak (menikah) dari hamba-hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. Jika mereka miskin Allah akan memampukan mereka dengan kurnia-Nya. Dan Allah Maha luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui.”

Terus berdoa dan meminta kebaikan untuk dimudahkan segala urusan kepada Allah secara kontinyu, jangan terputus. Bila ingin mendapatkan pasangan yang baik dan berkualitas tinggal baguskan dulu kualitas kita sendiri. sebagaimana firman Allah dalam surat AnNur:26: “Perempuan-perempuan yang keji untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji untuk perempuan-perempuan yang keji (pula), sedangkan perempuan-perempuan yang baik untuk laki-laki yang baik, dan laki-laki yang baik untuk perempuan-perempuan yang baik (pula)…”.

so, itu tergantung sobat-sobat. Tapi kalau saya, buat apa ditunda kalau sekarang bisa.

Sulit Mencari Jodoh

saya enggak bisa memberikan tips bagaimana supaya mudah mendapat jodoh. tapi setidaknya kita mengenal hadis Rosululloh bersabda: “Wanita itu dinikahi karena empat perkara yaitu karena hartanya, karena keturunannya, karena kecantikannya, dan karena agamanya. Maka pilihlah olehmu wanita yang punya agama, engkau akan beruntung.” (HR. Al-Bukhari no. 5090 dan Muslim no. 1466

empat kriteria yang ada dalam hadis tersebut  bukan berarti semuanya harus and  kudu dicari dan dikumpulkan. Mana aja yang ada, tapi sebaiknya agama yang utama.

Hal penting bagi kita tiada lain hanya terus mendekatkan diri pada Allah. Karena Dia maha yang memberi segalanya. Jodoh kita milik Allah, maka kepada siapa lagi kita meminta.  Ustadz yusuf Mansur pernah bilang jika kita punya keinginan benerin dulu dari solat. Dengan kata lain, apakah sudah rutin solat wajib dengan  berjamaah, dhuha, tahajud dan solat sunnah lainnya. Enggak percaya,, cobain deh. rasakan perubahan dan kemudahannya dari hari ke hari. Dan jangan lupa banyakin sodakoh. Cobain deh pokoknya.

Semoga bermanfaat!

***

“Diantara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenang kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir”. (QS : Ar Rum [30] :21).

 

ketikankunet

Ini tempatku, mana tempatmu?

Ayumie blog

Aku bukanlah penulis, aku hanya merangkai kata-kata yang ber-kerumun di kepalaku.

FOTO BLOG

A fine WordPress.com site

Ruang Tinta

Membaca Bahasa di Ruang Tinta

Yesterday

Menyelami yang lampau

dediwiyanto

semangat berkelanjutan

pengikatsurga

menuliskan peradaban

Koidatul Lisa

" in a day, when you don't come across any problems, you can be sure that you are traveling in a wrong path"

M O R E T A

LAKSANAKAN KATA HATIMU

Muhammadrasyidridho's Blog

Kehidupan adalah universitas terdahsyat

Azizah SL

Membumikan Kata, Melangitkan Cerita

Sekedar Menuruti Kata Hati

Software, Aplikasi Komputer, Tips dan Tricks, Tutorial Photoshop

Bundadontworry's Blog

kedamaian hati ada dalam rasa syukur.

Padepokan Budi Rahardjo

belajar untuk menjadi manusia ...

Ridho Dan Bukunya

Membuka Dunia Dengan Membaca

Journey of Sinta Yudisia

Writing is Healing. I am a Writer & Psychologist.

Look, Think and Write

Blognya Izzawa